Tampilkan postingan dengan label Tips dan Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips dan Opini. Tampilkan semua postingan

Cermat Memilih Pengasuh Bayi

Kehadiran si kecil yang merupakan buah cinta antara anda dan suami tentunya merupakan satu kebahagiaan yang tak terkira besarnya. Satu tanda cinta dari yang Maha Kuasa yang merupakan anugerah terindah dalam sebuah pernikahan atau rumah tangga. Namun, meskipun kelahiran si bayi merupakan satu anugerah dan kebahagiaan yang tak terperi, hal ini kadang dapat memberikan kesulitan bagi para wanita karir. Kehadiran bayi mungil tersebut tentunya dapat menghalangi sang ibu untuk tetap mengeksiskan karirnya.

Kesulitan yang pasti akan ditimbulkan adalah, siapa yang akan menjaga bayi anda ketika anda berada di kantor, siapa yang akan memberikannya makan dan susu, siapa yang akan menidurkannnya dan lain-lain. Intinya, bagaimana mungkin anda dapat bekerja di kantor sementara bayi kecil anda membutuhkan anda untuk menjaga, merawat, dan mengurusnya?

Jalan keluar yang mungkin terpikirkan bagi sebagian orang adalah dengan memanfaatkan tenaga orangtua atau famili terdekat. Permasalahan akan selesai jikamemang orangtua atau famili terdekat tersebut bersediauntuk mengulurkan bantuannya. Namun permasalahan belum terselesaikan jika ternyata orangtua atau famili terdekat anda menolak karena memang memiliki kesibukan sendiri.

Alternatif lain yang mungkin akan menjadi pilihan anda adalah dengan memanfaatkan jasa baby sitter atau pengasuh bayi. Dan inilah yang banyak menjadi pilihan para wanita karir untuk menyerahkan segala aktivitas menjaga, merawat, dan melindungi bayi mungil mereka.

Namun demikian, hendaknya anda tidak grasa-grusu (ceroboh) dalam memilih dan mempekerjakan seorang baby sitter atau pengasuh bayi. Janganlah seratus persen mempercayakan bayi mungil anda pada baby sitter dari suatu yayasan penyalur baby sitter. Jangan pula hanya mengandalkan Yayasan-yayasan yang melayani jasa baby sitter meskipun mereka menawarkan berbagai janji dan pelayanan yang menyilaukan mata. Ada harus ingat bahwa pada dasarnya mereka memang bertugas untuk menyalurkan tenaga-tenaga baby sitter yang mereka miliki, jadi wajar saja jika mereka mengiming-imingkan segala kebaikan baby sitter mereka.

Berikut kami sampaikan beberapa hal yang hendaknya menjadi perhatian anda dalam memilih seorang baby sitter atau pengasuh bayi.

  • Anda dapat mengandalkan rekomendasi dari orang lain, misalnya teman, saudara, dan orang yang dapat dipercaya, atau orang lain yang pernah menggunakan jasa yayasan atau pengasuh anak tersebut.
  • Jika anda tidak mendapatkan rekomendasi dari orang-orang yang dapat anda percayai, hendaknya anda mencoba untuk pergi ke salah satu yayasan penyedia jasa pengasuh bayi. Namun sebaiknya anda menggunakan jasa yayasan-yayasan pengasuh bayi yang memang memiliki predikat baik. Cobalah untuk mencari informasi mengenai yayasan yang akan anda datangi, bertanya pada orang yang pernah menggunakan jasa yayasan trsebut atau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar yayasan tersebut misalnya.
  • Kenalilah dengan baik calon baby sitter atau pengasuh bayi anda dengan melakukan interview kepadanya. Beberapa hal yang hendaknya anda tanyakan di antaranya adalah:
  1. Apakah ia menyukai anak-anak (bayi).
  2. Apakah sebelumnya ia pernah mengasuh anak kecil atau bayi.
  3. Bagaimana kesan-kesan mereka ketika mengasuh anak atau bayi.
  4. Apa yang paling ia sukai dari anak-anak atau bayi, atau dari pekerjaan mengasuh bayi tersebut.
  5. Tanyakan pula mengenai pengalaman kerjanya sebagai seorang baby sitter atau pengasuh bayi. Tanyakan berapa lama ia telah bekerja sebagai pengasuh bayi, di mana saja ia pernah bekerja, dan tentu saja alasan mengapa ia berhenti.
Lontarkan beberapa pertanyaan berkenaan dengan kecakapan mengasuh bayi dan anak, baik ketika si bayi dalam keadaan sehat maupun sakit.
  • Yang juga harus anda perhatikan dari interview tersebut adalah, bagaimana cara ia menjawab pertanyaan (dengan sopan, banyak yang tidak di mengerti, penuh kesabaran, asal menjawab, apakah jawabannya logis atau tidak, dan lain-lain). Dari interview tersebut, selain anda akan memperoleh gambaran intelengensi si calon pengasuh bayi anda, anda juga dapat mengetahui kejiwaan si pengasuh bayi tersebut.
  • Bayi adalah makhluk kecil yang masih sangat rentan terhadapberbagai penyakit dan kontaminasi virus atau bakteri penyebab penyakit. Untuk itu, hendaknya anda memperhatikan keadaan si calon pengasuh bayi anda, hendaknya anda memilih seorang pengasuh bayi yang bersih dan cinta kebersihan.
  • Jangan lupa pula untuk mencari tahu riwayat kesehatan si calon pengasuh bayi anda. Jangan sampai si pengasuh bayi memiliki penyakit menular yang dapat menularkan penyakitnya pada bayi mungil anda.
  • Langkah terakhir yang harus anda lakukan adalah meneliti dengan seksama hasil interview anda dengan calon pengasuh bayi anda. Dari hasil interview tersebut, anda dapat menilai dan memutuskan apakah ia memang sesuai dengan kriteria yang anda inginkan dan kemudian anda akan memilihnya untuk mengasuh bayi anda, atau memutuskan untuk mencari yang lain.
www.sekeluarga.com

ISMAIL DAN JULIET

Cinta adalah bahasa hati yang tumbuh nan indah disanubari
Cinta adalah kemampuan untuk melepas dan mendapatkan
Cinta adalah kekuatan untuk memiliki dan mengakhiri
Cinta adalah kemampuan untuk berkorban
Cinta adalah keikhlasan memberi
Cinta adalah ………………

Sepertinya makna cinta begitu megah, layaknya samudra yang begitu luas, yang Allah ciptakan dengan cinta, dikala malam semua bintang berkelip seakan menjadi maskara di atas mata alam yang begitu indah, semua dicipta bukan dengan Cuma-Cuma, pasti ada makna dibalik semua.

Layaknya cinta Ibrahim yang harus melepas putra kesayangannya untuk dapat membuktikan cintanya kepada Allah, putra yang ia idam-idamkan selama bertahun-tahun dan diminta untuk disembelih ketika ia sedang asyik menyayanginya. Jika kita berpikir realistis, cinta mana yang nampak dalam hati kita, jika kita menghadapi kondisi seperti Ibrahim? mungkinkah kita akan menyembelih anak kesayangan kita atau kita akan mengingkari perintah Allah?

Itu semua tergantung nilai keimanan yang ada dalam diri kita. Makin tinggi iman seseorang makin tinggi pula ujian yang diberikan kepadanya, seperti pohon yang menjulang tinggi maka tiupan angin dan beban kehidupan yang diberikan kepadanya makin tinggi pula ketimbang perdu atau rerumputan.

Hal yang paling berkesan dan membuat kita patut belajar dari kejadian ini adalah ketika Ibrahim berkata kepada Ismail yang diabadikan dalam surat Ash Shaaffat ayat 102 “Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi bahwa Aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” dan Ismail pun mejawab “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Dan dalam referensi lain Ismail pun berkata ”wahai ayah ketika akan menyembelihku tolong kau asah pisau itu hingga tajam, tutup mataku dan hadapkan wajahku kearah tanah, setelah engkau menyembelihku, jika bajuku penuh dengan percikan darah maka berikanlah baju itu kepada ibu”. Ismail begitu cerdas jiwanya, keikhlasanya membuat ruhnya bercahaya, cinta yang dia pilih adalah cinta abadi, cinta yang dapat menghatarkan diri dan keluarganya pada derajat kenabian.

Lain halnya ketika kita bicara tentang romantika cinta yang diungkap dalam novel romeo and juliet dari beragam versi yang beredar di sekitar kita. Yang terungkap disana hanyalah Ketika orang jatuh cinta maka dia akan menyatu dengan objek cintanya, semua unsur seakan sama, begitupun ketika romeo menyentuh hati juliet, gurun yang begitu panas seketika disulap menjadi salju yang berkilauan. Hati mereka kuat terikat, lembut mengalun untuk mengarungi hidup bersama namun apalah daya penomena keluarga menghantarkan cinta mereka pada konflik romantik. Perseteruan dua keluarga tidak disikapi dengan bijaksana, orang tua Romeo dan Juliet tidak bersikap demokratis tidak seperti Ibrahim kepada Ismail, segala persoalan yang berkaitan dengan hayat hidup anaknya, Ibrahim akan menanyakan kepada Ismail.

Romeo dan Juliet, cinta mereka terdampar diantara keinginan untuk memiliki dan mengakhiri, namun komitmen hati tak bisa dipungkiri, memilih untuk memiliki adalah yang utama walau harus menentang orang tua sekalipun. Hati mereka menyatu menyentuh bunga untuk gugur diatas air mata mereka, tetesan embun adalah suara hati mereka yang terdalam, sendu sayup seperti angin malam yang begitu dingin. Kegelisahan begitu kuat diatas kepala mereka dan membunuh realita serta fakta yang ada di depan mata. Kehampaan mulai menghantui diri untuk mengakhiri hidup disaat semua usaha tidak lagi menyatukan cinta mereka, mengakhiri hidup adalah cara yang di tempuh Romeo dan Juliet untuk mengabadikan cinta mereka. Mereka tidaklah mati karena cinta, justru mereka mati untuk cinta mereka. Cinta yang mereka anggap suci dan selalu abadi.

Dan dihadapan Allah dan Rasulnya apakah kita tidak termasuk orang yang Syirik jika kita menjadikan Cinta sebagai tuhan kita, dan rela mati untuknya???

Lalu, dimanakah cinta sebenarnya? Cinta ada di antara semua. Cinta ada karena ada cinta, karena cinta selalu membuka tangannya bagi siapa saja yang ingin menyentuhnya. Cinta Allah kepada makhluk-Nya, cinta makhluk kepada-Nya dan cinta makhluk kepada makhluk lainnya.

www.lingkarcahaya.com

Cermat Memilih Pengasuh Bayi

Kehadiran si kecil yang merupakan buah cinta antara anda dan suami tentunya merupakan satu kebahagiaan yang tak terkira besarnya. Satu tanda cinta dari yang Maha Kuasa yang merupakan anugerah terindah dalam sebuah pernikahan atau rumah tangga. Namun, meskipun kelahiran si bayi merupakan satu anugerah dan kebahagiaan yang tak terperi, hal ini kadang dapat memberikan kesulitan bagi para wanita karir. Kehadiran bayi mungil tersebut tentunya dapat menghalangi sang ibu untuk tetap mengeksiskan karirnya.

Kesulitan yang pasti akan ditimbulkan adalah, siapa yang akan menjaga bayi anda ketika anda berada di kantor, siapa yang akan memberikannya makan dan susu, siapa yang akan menidurkannnya dan lain-lain. Intinya, bagaimana mungkin anda dapat bekerja di kantor sementara bayi kecil anda membutuhkan anda untuk menjaga, merawat, dan mengurusnya?

Jalan keluar yang mungkin terpikirkan bagi sebagian orang adalah dengan memanfaatkan tenaga orangtua atau famili terdekat. Permasalahan akan selesai jikamemang orangtua atau famili terdekat tersebut bersediauntuk mengulurkan bantuannya. Namun permasalahan belum terselesaikan jika ternyata orangtua atau famili terdekat anda menolak karena memang memiliki kesibukan sendiri.

Alternatif lain yang mungkin akan menjadi pilihan anda adalah dengan memanfaatkan jasa baby sitter atau pengasuh bayi. Dan inilah yang banyak menjadi pilihan para wanita karir untuk menyerahkan segala aktivitas menjaga, merawat, dan melindungi bayi mungil mereka.

Namun demikian, hendaknya anda tidak grasa-grusu (ceroboh) dalam memilih dan mempekerjakan seorang baby sitter atau pengasuh bayi. Janganlah seratus persen mempercayakan bayi mungil anda pada baby sitter dari suatu yayasan penyalur baby sitter. Jangan pula hanya mengandalkan Yayasan-yayasan yang melayani jasa baby sitter meskipun mereka menawarkan berbagai janji dan pelayanan yang menyilaukan mata. Ada harus ingat bahwa pada dasarnya mereka memang bertugas untuk menyalurkan tenaga-tenaga baby sitter yang mereka miliki, jadi wajar saja jika mereka mengiming-imingkan segala kebaikan baby sitter mereka.

Berikut kami sampaikan beberapa hal yang hendaknya menjadi perhatian anda dalam memilih seorang baby sitter atau pengasuh bayi.
  • Anda dapat mengandalkan rekomendasi dari orang lain, misalnya teman, saudara, dan orang yang dapat dipercaya, atau orang lain yang pernah menggunakan jasa yayasan atau pengasuh anak tersebut.
  • Jika anda tidak mendapatkan rekomendasi dari orang-orang yang dapat anda percayai, hendaknya anda mencoba untuk pergi ke salah satu yayasan penyedia jasa pengasuh bayi. Namun sebaiknya anda menggunakan jasa yayasan-yayasan pengasuh bayi yang memang memiliki predikat baik. Cobalah untuk mencari informasi mengenai yayasan yang akan anda datangi, bertanya pada orang yang pernah menggunakan jasa yayasan trsebut atau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar yayasan tersebut misalnya.
  • Kenalilah dengan baik calon baby sitter atau pengasuh bayi anda dengan melakukan interview kepadanya. Beberapa hal yang hendaknya anda tanyakan di antaranya adalah:
  1. Apakah ia menyukai anak-anak (bayi).
  2. Apakah sebelumnya ia pernah mengasuh anak kecil atau bayi.
  3. Bagaimana kesan-kesan mereka ketika mengasuh anak atau bayi.
  4. Apa yang paling ia sukai dari anak-anak atau bayi, atau dari pekerjaan mengasuh bayi tersebut.
  5. Tanyakan pula mengenai pengalaman kerjanya sebagai seorang baby sitter atau pengasuh bayi. Tanyakan berapa lama ia telah bekerja sebagai pengasuh bayi, di mana saja ia pernah bekerja, dan tentu saja alasan mengapa ia berhenti.
Lontarkan beberapa pertanyaan berkenaan dengan kecakapan mengasuh bayi dan anak, baik ketika si bayi dalam keadaan sehat maupun sakit.
  • Yang juga harus anda perhatikan dari interview tersebut adalah, bagaimana cara ia menjawab pertanyaan (dengan sopan, banyak yang tidak di mengerti, penuh kesabaran, asal menjawab, apakah jawabannya logis atau tidak, dan lain-lain). Dari interview tersebut, selain anda akan memperoleh gambaran intelengensi si calon pengasuh bayi anda, anda juga dapat mengetahui kejiwaan si pengasuh bayi tersebut.
  • Bayi adalah makhluk kecil yang masih sangat rentan terhadapberbagai penyakit dan kontaminasi virus atau bakteri penyebab penyakit. Untuk itu, hendaknya anda memperhatikan keadaan si calon pengasuh bayi anda, hendaknya anda memilih seorang pengasuh bayi yang bersih dan cinta kebersihan.
  • Jangan lupa pula untuk mencari tahu riwayat kesehatan si calon pengasuh bayi anda. Jangan sampai si pengasuh bayi memiliki penyakit menular yang dapat menularkan penyakitnya pada bayi mungil anda.
  • Langkah terakhir yang harus anda lakukan adalah meneliti dengan seksama hasil interview anda dengan calon pengasuh bayi anda. Dari hasil interview tersebut, anda dapat menilai dan memutuskan apakah ia memang sesuai dengan kriteria yang anda inginkan dan kemudian anda akan memilihnya untuk mengasuh bayi anda, atau memutuskan untuk mencari yang lain.
www.sekeluarga.com

‘Azl Dalam Pandangan Islam

Dalam pandangan Islam, hubungan seksual adalah satu perkara yang memang tidak dapat lepas dari kehidupan manusia, terutama dalam kehidupan rumah tangga. Dan tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa kualitas dan kuantitas hubungan seksual merupakan salah satu faktor yang memiliki pengaruh besar dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Meskipun bukan satu-satunya faktor, namun realitanya hubungan seksualitas telah menempati posisi yang sangat vital.

Berbicara mengenai hubungan seksual dalam kehidupan rumah tangga, ada satu perkara yang cukup menarik perhatian banyak pihak, yaitu perkara ‘Azl. Apakah yang dimaksud dengan ‘Azl dan bagaimanakah pandangan Islam mengenai ‘Azl tersebut?

‘Azl adalah mengeluarkan sperma di luar vagina isteri. Ketika sang suami merasakan tanda-tanda (merasakan) akan keluarnya sperma ketika sedang menggauli isterinya, seketika ia menarik kemaluannya dari dalam vagina, kemudian mengeluarkan sperma tersebut di luar vagina sang isteri. Dengan demikian, kemungkinan besar tidak akan terjadi pembuahan di rahim sang isteri. Wallahua’lam.

‘Azl ini kemudian juga banyak dikenal dengan istilah senggama terputus, atau ada juga yang menyebutnya dengan KB alami. Lalu, bagaimanakah pandangan Islam mengenai ‘Azl tersebut, apakah Islam memperbolehkan atau melarang?

Dalam hal ini, ‘Azl memang satu perkara yang diperbolehkan dalam ajaran Islam. Pembolehan ini berdasarkan pada banyaknya nash-nash yang tidak melarang ‘Azl ketika banyak pengaduan mengenai perkara ‘Azl yang terjadi di masa Rasulullah saw.

“Kami pernah melakukan ‘azal pada masa Rasulullah saw, sementara pada saat itu al-Qur’an masih turun.” Ini merupakan riwayat dari ‘Atha yang berasal dari Jabir dan dikeluarkan oleh Imam Bukhari. Kemudian, Jabir juga berkata:

“Kami pernah melakukan ‘azal pada masa Rasulullah saw? Hal itu disampaikan kemudian sampai kabarnya kepada beliau, dan Rasulullah tidak melarang kami”.

Dalam riwayat di atas, Rasulullah saw tidak melarang perkara ‘Azl yang dilakukan oleh para sahabat di zaman beliau. Hal tersebut dapat dilihat pada pernyataan bahwa Rasulullah saw tidak melarang ataupun marah ketika ia mendengar kabar bahwa banyak dari para sahabat yang melakukan ‘Azl. Dan tidak ada firman Allah swt yang melarang perkara ‘Azl, padahal pada waktu itu Al Quran masih dan tetap turun. Dalil inilah yang turut memperkuat hukum pembolehan ‘Azl dalam ajaran Islam.

Selain riwayat di atas, masih ada lagi riwayat-riwayat lain yang secara tidak langsung merupakan pernyataan pembolehan Rasulullah saw untuk melakukan ‘Azl. Bahkan jika diperhatikan merupakan bentuk anjuran yang dapat dilakukan dalam keadaan tertentu.

“Sesungguhnya seorang laki-laki pernah menjumpai Rasulullah saw seraya berkata, sebetulnya saya mempunyai seorang jariyah (budak wanita). Ia adalah pelayan kami sekaligus tukang menyiram kebun kurma kami. Saya sering menggaulinya, tetapi saya tidak suka jika sampai ia hamil. Mendengar itu kemudian Nabi saw bersabda: "Jika engkau mau lakukanlah azal kepadanya, karena sesungguhnya akan sampai juga kepada wanita itu apa yang memang telah ditakdirkan oleh Allah baginya.”"

Pada riwayat di atas, ternyata Rasulullah saw membolehkan seseorang untuk melakukan ‘Azl manakala ia belum atau tidak menginginkan terjadinya pembuahan atau kehamilan. Di sini kita temukan kembali bahwa ternyata Islam membolehkan perkara ‘Azl. Namun, bagaimanapun usaha kita untuk mencegah atau menghentikan terjadinya pembuahan (kehamilan), semua tetap saja berada dalam kendali Allah swt. Bagaimanapun kita melakukan ‘Azl, jika Allah swt menghendaki terjadinya pembuahan, maka terjadilah pembuahan tersebut, sebagaimana petikan riwayat di atas yang berbunyi “Jika engkau mau lakukanlah azal kepadanya, karena sesungguhnya akan sampai juga kepada wanita itu apa yang memang telah ditakdirkan oleh Allah baginya.”.

Kemudian, satu riwayat lagi yang turut memperkuat hukum diperbolehkannya ‘Azl dalam ajaran Islam, yang telah diriwiyatkan oleh Imam Muslim dari Abu Sa’id. Berikut ini adalah riwayat yang dimaksud:

“Kami pernah keluar bersama-sama Rasulullah saw dalam perang Bani Mustholiq. Kami memperoleh tahanan dari kalangan orang Arab. Kami memiliki hasrat kepada para wanita, karena kami merasa berat hidup membujang, sementara kami menyukai azal. Oleh karena itu kami menanyakan hal ini kepada Rasulullah saw. Beliau menjawab: “Mengapa kalian tidak melakukannya? Sebab sesungguhnya Allah saw telah menetapkan apa yang memang akan diciptakan-Nya sampai hari kiamat.”

Berdasarkan dalil-dalil di atas, telah sama-sama kita ketahui bahwa ‘Azl merupakan satu perkara yang tidak diharamkan di dalam ajaran agama Islam. Islam memperbolehkan umatnya untuk melakukan ‘Azl, sebagaimana Rasulullah saw memperbolehkan ‘Azl kepada para sahabat di zamannya.

Saudaraku, ‘Azl memang satu perkara yang diperbolehkan dalam ajaran agama Islam. Namun, hendaknya ‘Azl ini menjadi pertimbangan yang matang, karena hal ini menyangkut masalah kepuasan isteri tercinta. Dan unsur kepuasan dalam hubungan suami isteri inilah yang termasuk ke dalam salah satu faktor pemicu dingin atau hangatnya kehidupan suami isteri dan rumah tangga.

Ketika sang suami melakukan ‘Azl, maka sudah dipastikan bahwa hal tersebut akan mengurangi atau bahkan mungkin menghilangkan puncak kenikmatan sang isteri. Kepuasan dan kenikmatan berhubungan seksual sang isteri akan menggantung dan hilang, sementara sang suami tetap akan merasakan kenikmatan dan kepuasan tersebut.

Dalam melakukan hubungan seksual, suami maupun isteri memiliki hak yang sama, yaitu sama-sama berhak untuk merasakan kepuasan dan kenikmatan. Lalu, bagaimana kaitannya dengan ajaran Islam yang memperbolehkan melakukan ‘Azl? Dalam hal ini, tentunya komunikasi yang baik antara suami dan isteri menjadi kunci permasalahan. Hendaknya suami hanya melakukan ‘Azl dengan izin sang isteri. Jangan sampai seorang suami melakukan ‘Azl tanpa seizin isterinya, karena hal ini tentu saja akan menghilangkan haknya sebagai isteri yang sama-sama berhak untuk merasakan kenikmatan dan kepuasaan biologis. Hasrat sang suami harus dipenuhi oleh sang isteri, begitu pula sebaliknya.

Imam Ahmad dan lain-lain mengikrarkan, bahwa ‘Azl diperkenankan apabila isterinya mengizinkan. Sedangkan Umar ibnu Khattab ra dalam salah satu riwayat berpendapat, bahwa ’Azl itu dilarang kecuali dengan seizin isteri. Pendapat para Imam besar dalam dunia Islam dan sahabat Rasulullah saw tersebut dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan ‘Azl, bahwa Islam hanya mengizinkan seorang suami untuk melakukan’Azl dengan izin isterinya.

Saudaraku, Islam memang tidak mengharamkan perkara ‘Azl. Namun demikian, sekiranya tiada satu alasan darurat yang dapat dibenarkan, hendaknya ‘Azl tidak dilakukan. Karena, pada dasarnya Islam lebih mengutamakan untuk memperbanyak keturunan, sebagaimana sabda Rasulullah saw berikut:

“Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak.” (HR. Abu Dawud).

“Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain.” (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).

Wallahua’lam

www.syahadat.com


Mengatasi Bayi Susah Makan

Untuk memperoleh pertumbuhan yang baik, manusia yang normal tidak akan pernah lepas dari yang namanya makanan. Demikian pula halnya dengan bayi. Untuk dapat tumbuh dengan baik, hendaknya setiap bayi mendapatkan asupan makanan dengan kualitas dan kuantitas yang baik dan sesuai. Sayangnya, banyak sekali terjadi kasus bayi susah makan sementara sang ibu tidak mengerti kenapa dan harus berbuat apa, padahal makanan yang diberikan kepada si kecil adalah makanan yang enak dan bergizi tinggi.

Untuk mengatasi bayi yang susah makan, ada beberapa hal yang perlu diketahui dan dilakukan oleh orang tua khususnya sang ibu.

Menetapkan jadwal waktu makan bagi si bayi dengan teratur merupakan salah satu faktor yang harus menjadi perhatian orang tua, terutama ibu sebagai pihak yang umumnya paling dekat dengan si bayi. Dan karena pada umumnya, ibulah yang senantiasa menyuapi si bayi. Jangan memberikan makan kepada si bayi jika belum masuk waktu makan yang telah dijadwalkan. Jadwal waktu makan ini harus dijalankan setiap hari, untuk mengenalkkan, mengingatkan, dan membiasakan si bayi terhadap waktu makannya. Sehingga, dengan cara ini si bayi tidak akan bingung atau rewel ketika satu waktu disodorkan makanan ke mulut mungilnya. Bahkan, si bayi akan merasa lapar dan menagih makanannya dengan tangisan ketika waktu makan tiba, sementara sang ibu belum juga menyuapinya.

Selain memberikan jadwal waktu makan bagi si bayi, penting bagi orang tua terutama ibu si bayi untuk mengetahui makanan apa saja yang menjadi favoritnya dan makanan apa yang tidak disukai si bayi. Hal ini akan memudahkan sang ibu untuk menyediakan makanan bagi si bayi, dan meminimalisir penolakan dari si bayi. Ketika lidah si bayi merasakan sedikit makanan favorit yang telah disodorkan ke mulut mungilnya, maka ia pun akan langsung melahapnya.

Faktor lain yang biasanya cukup mempengaruhi selera makan si bayi adalah “siapa yang menyuapi”. Jika sudah akrab dengan satu orang, biasanya sejumlah besar bayi akan merasa nyaman hanya dengan orang tersebut, tidak mau atau susah untuk bersama dengan orang lain. Maka, sulit bagi si bayi untuk menerima suapan dari orang yang tidak ia kenal atau tidak biasa menyuapinya. Untuk itu, biasakan menyuapi bayi anda dengan orang yang sama atau yang telah biasa menyuapi bayi anda.

Selain ketiga faktor di atas, ada satu faktor terakhir yang harus dimengerti dan dilakukan oleh orang tua terutama ibu, atau mereka yang biasa menyuapi bayi. Faktor terakhir yang juga turut mempengaruhi selera makan si bayi adalah teknik penyuapan yang dilakukan oleh si ibu atau orang yang biasa menyuapi si bayi.

Bayi adalah makhluk kecil yang sangat sensitif dan penuh dengan kelembutan, untuk itu jangan menyuapi bayi anda dengan grasak-grusuk atau semau anda. Berikut kami berikan teknik penyuapan bayi yang mudah-mudahan dengan mempraktekkan teknik ini pada bayi anda, si bayi akan selalu memperoleh selera makan yang baik.

  1. Hal pertama yang harus anda lakukan ketika menyuapi si bayi adalah berada di hadapannya, jangan di samping maupun di belakangnya. Posisikan diri anda di depan si bayi. Duduk dan tataplah mata si bayi, ajak ia berkomunikasi. Dengan posisi ini, anda harus meyakinkan si bayi bahwa waktu makan telah tiba dan yakinkan bahwa ia sudah siap untuk makan.
  2. Hal selanjutnya yang harus anda perhatikan adalah “apakah lingkungan sekitar tempat anda menyuapi si bayi sudah steril?”. Maksudnya steril di sini adalah bersih dari segala sesuatu yang dapat merusak konsentrasi makan si bayi. Jangan membiasakan menyuapi anak ditempat yang banyak mainan atau di depan televisi, karena hal-hal semacam itu dapat merusak konsentrasi makan si bayi, merubah selera makannya menjadi selera bermain atau selera menonton televisi.
  3. Perhatikan takaran suapan yang akan anda sodorkan ke mulut si bayi. Gunakan sendok yang berukuran kecil (sendok teh), kemudian suapi si bayi dengan takaran seujung sendok tersebut. Jika si bayi sudah terbiasa dan sudah mulai cekatan, maka anda dapat menambahkan takarannya sedikit demi sedikit.
  4. Teknik suapan selanjutnya adalah meletakkan sedikit makanan pada ujung sendok yang tadi, kemudian masukkan ke dalam mulut si bayi sampai kira-kira menyentuh bagian tengah langit-langit mulut si bayi. Biasanya, si bayi akan langsung menutup mulutnya dan menelan makanan tersebut.
  5. Jangan lupa untuk menyiapkan air putih setiap kali anda menyuapi si bayi, karena biasanya si bayi langsung ingin minum setelah makannya selesai.
  6. Hak terakhir yang tidak boleh anda lakukan adalah, jangan pernah memaksa si bayi untuk menghabiskan makanannya, karena hal tersebut justru akan menimbulkan efek yang tidak baik bagi si bayi. Bayi dengan usia di bawah satu tahun, biasanya memiliki lambung dengan kapasitas yang masih kecil. Biasanya, ia hanya membutuhkan makanan sekitar satu sendok makan penuh setiap kali makan. Untuk itu, jangan pernah sekali-kali anda memaksa si bayi untuk menghabiskan makanannya sekiranya ia tidak mampu untuk menghabiskannya.

Demikianlah beberapa tips sederhana untuk mencegah maupun menangani bayi dengan masalah susah makan atau kehilangan selera makan. Semoga dengan tips ini dapat bermanfaat bagi anda dan si kecil.

www.sekeluarga.com

Islam Memandang Cinta

Cinta memang satu perkara yang tidak pernah dapat dipisahkan dari kehidupan setiap manusia. Karena rasa cinta telah dengan sendirinya tumbuh dan terus berkembang di dalam nurani setiap insan. Namun, banyaknya para pengkhianat dan pendusta cinta yang melahirkan berbagai cerita duka, hina dan nista, telah menimbulkan tanda tanya tentang cinta itu sendiri. “Bagaimanakah sesungguhnya cinta dalam pandangan Islam? Apakah Islam membolehkan cinta?”
Islam dengan wataknya yang melekat dengan fitrah, jalan ruhani, dan aturan sakral memberikan pengakuan yang tegas terhadap eksistensi cinta yang esensinya berakar dalam diri manusia. Bahkan, Islam memberikannya warna indah, dan secara rinci membaginya ke dalam tiga tingkatan, yaitu cinta kelas tinggi, cinta kelas mennegah, dan cinta kelas rendah. Pembagian cinta seperti ini dapat dilihat melalui jendela sejarah. Dapat dipantau pada setiap celah waktu, baik dulu maupun sekarang, sampai Allah swt mewariskan bumi ini dengan segala potensi dan kekayaannya.

Cinta dan tiga tingkatan seperti yang telah disebutkan diatas, sebenarnya bersumber dari firman Allah swt di dalam Al Quran yang artinya:

“Katakanlah: Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah swt dan Rasul-Nya, dan dari jihad di jalan Allah, maka tunggulah sampai Allah swt mendatangkan keputusan-Nya.’ Dan Allah swt tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At Taubah (9): 24)

Cinta kelas tinggi adalah cinta kepada Allah swt, cinta kepada Rasulullah saw, dan cinta terhadap jihad di jalan Allah swt jihad fi sabilillah). Cinta kelas menengah adalah cinta kepada ibu-bapak, anak-anak, saudara, suami-istri, dan sanak famili. Sedangkan cinta tingkat rendah adalah cinta yang lebih mengutamakan keluarga, sanak famili, dan harta benda daripada Allah swt, Rasulullah saw, dan jihad di jalan Allah swt. Demikian pula rasa cinta yang hanya berdasarkan pada nafsu belaka.

Singkatnya, Islam telah memberikan pengakuan secara tegas terhadap eksistensi cinta. Islam mengakui bahwa cinta adalah fitrah yang berakar dalam diri manusia. Cinta adalah kepastian, yang merupakan kebutuhan yang tidak dapat dielakkan. Sebab, dalam esensinya tersimpan hikmah yang tidak terhitung jumlahnya, hikmah yang tentu saja direncanakan dan diinginkan oleh Allah swt, sebagaimana firman Allah swt di dalam Al Quran yang artinya:

“… (tetaplah atas) fitrah Allah swt yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah swt.” (QS. Ar Ruum (30): 30)

Demikian dikatakan oleh ‘Abdullah Nashih ‘Ulwan dalam bukunya yang berjudul “Islam dan Cinta”
Sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin, mustahil Islam melupakan masalah cinta yang merupakan salah satu akar perdamaian antar sesama manusia ini. Islam yang mengemban misi sebagai rahmat atau kasih sayang bagi seluruh alam sangat mengakui peranan dan keberadaan cinta di hati setiap manusia.

Islam tidak memandang cinta sebagai satu hal yang kotor atau hina. Dan cinta itu sendiri memang tidak akan pernah bisa kotor, karena Allah swt telah menetapkannya sebagai salah satu fitrah bagi manusia. Hanya saja, dalam kehidupan ini banyak orang yang sudah salah kaprah, mereka telah berusaha menodai dan mengotori cinta dengan mengobral nafsu kotor atas nama cinta. Namun sekali lagi, cinta tidak pernah kotor dan tidak akan pernah dapat dikotori, karena Islam telah menempatkan ditempat yang suci, yaitu di dalam nurani.

www.syahadat.com


Kiat Mencairkan Komunikasi

Komunikasi merupakan sebuah langkah yang sangat vital dalam rangka menyambung, mempererat, serta menjaga sebuah tali ukhuwah. Dalam dunia teknologi, komunikasi ibarat sebuah aliran listrik yang berfungsi sebagai sumber sekaligus penghantar energi, sehingga sebuah rangkaian peralatan dapat berfungsi dengan baik. Sementara, dalam sebuah pelajaran eksak, komunikasi dapat diibaratkan sebagai sebuah rumus atau formula, sehingga didapatkanlah sebuah kesatuan hasil yang tepat.

Komunikasi adalah sebuah methode peng-eratan hubungan yang tak tergantikan. Sayangnya, tidak semua manusia terlahir dengan membawa kemampuan berkomunikasi yang baik dan fleksibel. Tidak sedikit manusia yang terlahir dengan sifat pendiam, kaku, pemalu, penakut, dan sebagainya yang berpotensi besar untuk menimbulkan masalah kekakuan dalam berkomunikasi. Ada yang sangat mudah dalam bergaul dan menyesuaikan diri pada lingkungan yang baru. Ada pula yang sulit, meskipun sudah bukan lingkungan yang baru lagi.

Masalah kekakuan dalam berkomunikasi, sebenarnya dapat diluweskan sebuah cara, yaitu membuka diri. Yang dimaksud dengan membuka diri di sini adalah dengan mulai membiasakan diri untuk beradaptasi, yaitu dengan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas bersilaturahmi. Meningkatkan kuantitas bersilaturahmi dapat dilakukan dengan memperbanyak frekuensi pertemuan atau kumpul-kumpul. Sedangkan meningkatkan kualitas silaturahmi merupakan batasan dari peningkatan kuantitas silaturahmi, yaitu membatasi pertemuan-pertemuan atau kumpul-kumpul dengan batasan amar ma’ruf nahi munkar. Ketika kita berkumpul, hendaknya berada dalam sebuah perkumpulan yang baik, yang mengajak pada kebaikan dan mencegah kepada kemunkaran. Karena, jika kita berkumpul dengan perkumpulan yang tidak baik, biasanya justru akan menambah permusuhan, bukan mempererat persaudaraan. Selain itu, dalam usaha untuk meluweskan komunikasi atau menghilangkan kekakuan dalam berkomunikasi melalui peningkatan kualitas dan kuantitas bersilaturahmi ini, ada beberapa metode penunjang yang mungkin dapat sangat membantu jalannya komunikasi dengan baik. Coba anda lakukan beberapa hal berikut ini :

1) Senyum

Senyum adalah hal yang paling utama yang harus dilakukan ketika bertemu dengan seseorang. Dengan senyum saja, tanpa mengeluarkan sepatah katapun, sebenarnya sudah terjadi sebuah kontak antara dua buah jiwa atau lebih. Senyum adalah penyapa tanpa suara, sebelum salam lisan terucap dari bibir seorang anak manusia. Salam merupakan pelumas terbaik yang akan membuat sapaan lisan yang hangat dapat mengalir dengan mudah.

2) Sebutlah namanya dengan julukan atau panggilan yang terbaik/yang ia suka

Sebaik-baik manusia, sebaik-baik perangai adalah Rasulullah saw, karena akhlak beliau adalah Al Quran. Sebagai seorang yang terbaik, Rasulullah tidak segan maupun enggan untuk memanggil para sahabatnya dengan julukan-julukan yang terbaik, yang menyenangkan hati para sahabatnya, yang menyentuh jiwa para sahabat. Cara ini juga dapat kita lakukan ketika melakukan sebuah komunikasi. Jangan sampai kita memanggilnya dengan sebutan atau julukan-julukan yang sekiranya tidak disukai oleh lawan bicara kita.

3) Memilih tema pembicaraan yang tepat

“Jaka sembung mbawa pisau...Nggak nyambung lah yau!”. Kalimat seperti inilah yang harus kita hindari sejauh-jauhnya. Tidak nyambungnya sebuah pembicaraan merupakan salah satu faktor penyebab kaku dan menjenuhkannya sebuah pembicaraan atau komunikasi. Untuk menghindari hal tersebut, kita harus pandai-pandai dalam menentukan sebuah topik pembicaraan. Carilah topik-topik yang kira-kira disukai oleh lawan bicara kita. Banyak sekali topik yang dapat kita jadikan sebagai tema dalam sebuah pembicaraan, misalnya masalah agama, pendidikan, otomotif, musik, olahraga, sastra, dan sebagainya. Hal ini tentunya juga tidak terlepas dari kapasitas pengetahuan yang kiat meiliki. Maka dari itu, terus memperluas ilmu pengetahuan adalah sebuah pekerjaan yang wajib kita lakukan.

4) Menemukan persamaan

Biasanya, obrolan akan semakinasyik dan cair ketika antara kita dan lawan bicara memiliki persamaan. Untuk itu, cobalah mencari persamaan-persaman yang terdapat pada diri kita dan lawan bicara kita, misalnya “Oh...suka nulis juga ya? Saya juga suka banget lho nulis, terutama sastra. Kamu suka nulis apa, sejak kapan, udah nulis apa aja, emang mau jadi penulis ya....?”. Pokoknya, kalau kesamaan sudah ditemukan, kemungkinan besar akan semakin melebarlah sebuah pembicaraan, dan hilanglah sebuah kekakuan.

5) Hindari perdebatan

Jangan menyulap pembicaran atau obrolan ringan menjadi sebuah perdebatan yang sengit. Bahkan, bisa jadi ia akan menghindari kita dikemudian hari. Jangan sampai kita terprovokasi dengan nafsu atau rasa penasaran yang menjebak kita pada sebuah tanya jawab dan akhirnya berujung pada sebuah perdebatan. Adanya unsur-unsur perdebatan dalam sebuah obrolan akan menghilangkan minat bicara seseorang, apalagi ketika seseorang telah merasa terpojok atau kalah dalam berbicara, maka ia akan merasa malas untuk meneruskan pembicaraannya. Dan hal ini, juga akan menimbulkan kesan “sok tau banget sih!” dalam diri kita.

6) Ekspresikan minat kita

Selain mencari-cari topik yang disukai oleh lawan bicara dan menemukan persamaan-persamaan, kita juga dapat menarik perhatian lawan bicara dengan cara: merespon dengan baik mengenai topik yang disampaikan oleh lawan bicara. Timbulkan kesan bahwa kita tertarik dengan apa yang ia perbincangkan. Anadaipun kita tidak terlalu mengerti tentang topik itu, kita dapat mengambil jurus pamungkas yang insyaAllah tetap tidak akan menjatuhkan diri kita. Dalam hal ini, langkah jitu yang dapat kita lakukan adalah “Ekspresikan rasa ingin tahumu”. Dengan demikian ia akan merasa di hargai dan semakin tertarik untuk bercerita lebih banyak.

7) Jangan menggurui dan Jangan cerewet

Ketika anda menyampaikan sebuah informasi atau ilmu pengetahuan, atau dakwah, jangan sampai menimbulkan kesan menggurui. Usahakan agar penyampaian kita tetap berada dalam kerangka obrolan ringan. Karena, biasanya seseorang akan merasa jenuh dan enggan ketika ia merasa sedang digurui.

Selain itu, kitapun jangan sampai menimbulkan kesan cerewet, ketika memberikan sebuah masukan yang dibutuhkan oleh lawan bicara. Karena keasn cerwet tidak akan mencairkan sebuah pembicaraan, justru akan menimbulkan kejengkelan.

8) Jangan memotong maupun memonopoli pembicaraan

Rasa tidak puas dan kesal biasanya akan muncul, ketika pembicaraan kita yang belum selesai tiba-tiba dipotong oleh orang lain. Hal inilah yang juga harus kita hindari. Biarkan lawan bicara kita menyelesaikan kalimatnya, baru setelah itu kita memberikan respon secara lisan. Jangan pula memonopoli pembicaraan. Jangan membuat lawan bicara kita seperti sedang mendengarkan khutbah jum’at dengan tidak memberikannya kesempatan untuk berbicara. Memonopoli pembicaraan ini merupakan salah satu kebiasaan yang paling menyebalkan.

9) Rasakan bedanya, Bedakan rasanya

“Rasakan bedanya, Bedakan rasanya”, disini kita dituntut untuk selalu peka terhadap ekspresi dari lawan bicara kita. Kita harus mampu membaca mimik muka, gerak tubuh, maupun nada suara lawan bicara kita. Karena dengan memahami ekspresi lawan bicara, kita akan dapat merasakan ketika lawan bicara kita merasa tidak nyaman atau merasa bosan dengan topik yang sedang dibicarakan. Dengan demikian, kitapun dapat segera mengganti topik pembicaraan yang lain, atau juga menutupnya dengan bahasa yang santun dan tidak menyinggung perasaannya. Penutupan pembicaraan yang dirasakan sudah tidak nyaman juga dapat menjadi sebuah antisipasi manakala lawan bicara sedang ada keperluan lain, sementara ia meras tidak enak untuk memotong pembicaraan kita.

10) Berbicaralah dalam kebaikan

Sebaiknya membicarakan hal-hal yang baik. Hindarkan pembicaraan yang bersifat menggunjing, memfitnah, memprovokasi dan sebagainya yang justru akan menimbulkan permusuhan. Jangan mengeluarkan canda yang mengandung unsur mengolok-olok atau merendahkan lawan bicara.

Mungkin, itulah beberapa langkah yang dapat digunakan untuk menghilangkan kekakuan dalam berkomunikasi. Sekali lagi, ini hanyalah beberapa langkah saja, karena sesungguhnya banyak sekali langkah yang dapat dilakukan dalam permasalahan ini.

Semoga bermanfaat.

www.lingkarcahaya.com